Admin
20-11-2024
Pengertian
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk bernama Aedes aegypti. Penyakit ini masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Indonesia, dan tingkat penyebarannya di Indonesia termasuk yang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara.
Penyebab
Penyebab DBD adalah virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes aegypti. Ketika nyamuk tersebut menggigit manusia, virus masuk ke dalam tubuh manusia. Nyamuk Aedes aegypti umumnya berukuran kecil dengan tubuh berwarna hitam pekat, memiliki dua garis vertikal putih di punggung dan garis-garis putih horizontal pada kaki. Nyamuk ini aktif terutama pada pagi hingga sore hari, meskipun kadang-kadang mereka juga menggigit pada malam hari. Mereka lebih sering ditemukan di dalam rumah yang gelap dan sejuk dibandingkan di luar rumah yang panas.
Gejala
Demam mendadak yang tinggi, mencapai suhu hingga 39 derajat celsius. Demam ini berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari, kemudian turun dengan cepat.
Nyeri kepala,
Badan menggigil,
Lemas,
Nyeri di belakang mata, otot, dan tulang,
Kesulitan menelan makanan dan minuman,
Terjadi perdararahan (timbul bintik-bintik merah pada kulit, gusi berdarah, mimisan, muntah darah dan BAB berwarna hitam)
Pada fase kritis penyakit ini, suhu tubuh menurun dan tubuh terasa dingin, meskipun penderita mungkin merasa seperti sudah sembuh. Namun, pada fase ini perlu waspada karena dapat terjadi sindrom syok dengue yang dapat mengancam jiwa.
Diagnosa
Diagnosis DBD melibatkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium darah. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat tanda-tanda klinis seperti demam tinggi dan adanya tanda kebocoran plasma. Tes tourniquet juga dapat dilakukan untuk melihat adanya petechiae (bintik-bintik merah kecil) di bagian dalam lengan. Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat jumlah sel darah putih dan sel darah merah, serta untuk mendeteksi antigen virus dengue dan antibodi.
Pencegahan
Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan melakukan 3M Plus
3M
Menguras tempat penampungan air secara rutin
Menutup rapat semua tempat penampungan air
Mendaur ulang barang-barang bekas
Plus (Mencegah Gigitan dan Perkembangbiakan Nyamuk)
Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
Menggunakan obat/lotion anti nyamuk
Memasang kelambu saat tidur
Meletakkan pakaian bekas dalam wadah tertutup
Menanam tanaman pengusir nyamuk
Gotong royong membersihkan lingkungan
Memeriksa tempat-tempat penampungan air
Memperbaiki saluran dan talang air yang tersumbat
Memberikan larvasida pada tempat penampungan air yang susah dikuras
Pengobatan
Mengkonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, baik melalui cairan oral maupun melalui cairan intravena jika diperlukan.
Pasien juga disarankan untuk beristirahat total dan melakukan kompres pada tubuh untuk membantu mengatasi demam.
Memberikan obat simptomatik seperti penurun panas (misalnya parasetamol) dan obat antimual untuk meredakan gejala.
Segera bawa ke puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit DBD di Puskesmas Gajahan antara lain
Pemantauan jentik berkala oleh petugas puskesmas dan kader
Gambar 1. Pemantauan jentik oleh kader
Gambar 2. Pemantauan jentik oleh petugas puskesmas
Penyelidikan Epidemiologi kasus DBD
Pemberantasan sarang nyamuk (Fogging
Larvasidasi selektif massal oleh kader
Penyuluhan kesehatan tentang DBD
Pemasangan poster DBD di setiap RW
Sosialisasi G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dan penyakit DBD kepada kader