Berita

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)


  1. Pengertian

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang ditularkan oleh gigitan nyamuk bernama Aedes aegypti. Penyakit ini masih menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Indonesia, dan tingkat penyebarannya di Indonesia termasuk yang tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara.


  1. Penyebab

Penyebab DBD adalah virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes aegypti. Ketika nyamuk tersebut menggigit manusia, virus masuk ke dalam tubuh manusia. Nyamuk Aedes aegypti umumnya berukuran kecil dengan tubuh berwarna hitam pekat, memiliki dua garis vertikal putih di punggung dan garis-garis putih horizontal pada kaki. Nyamuk ini aktif terutama pada pagi hingga sore hari, meskipun kadang-kadang mereka juga menggigit pada malam hari. Mereka lebih sering ditemukan di dalam rumah yang gelap dan sejuk dibandingkan di luar rumah yang panas.

  1. Gejala

  • Demam mendadak yang tinggi, mencapai suhu hingga 39 derajat celsius. Demam ini berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari, kemudian turun dengan cepat.

  • Nyeri kepala, 

  • Badan menggigil, 

  • Lemas, 

  • Nyeri di belakang mata, otot, dan tulang, 

  • Kesulitan menelan makanan dan minuman,

  • Terjadi perdararahan (timbul bintik-bintik merah pada kulit, gusi berdarah, mimisan, muntah darah dan BAB berwarna hitam)

Pada fase kritis penyakit ini, suhu tubuh menurun dan tubuh terasa dingin, meskipun penderita mungkin merasa seperti sudah sembuh. Namun, pada fase ini perlu waspada karena dapat terjadi sindrom syok dengue yang dapat mengancam jiwa.


  1. Diagnosa

Diagnosis DBD melibatkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium darah. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat tanda-tanda klinis seperti demam tinggi dan adanya tanda kebocoran plasma. Tes tourniquet juga dapat dilakukan untuk melihat adanya petechiae (bintik-bintik merah kecil) di bagian dalam lengan. Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat jumlah sel darah putih dan sel darah merah, serta untuk mendeteksi antigen virus dengue dan antibodi.


  1. Pencegahan

Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan melakukan 3M Plus

3M

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin

  • Menutup rapat semua tempat penampungan air

  • Mendaur ulang barang-barang bekas

Plus (Mencegah Gigitan dan Perkembangbiakan Nyamuk)

  • Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

  • Menggunakan obat/lotion anti nyamuk

  • Memasang kelambu saat tidur

  • Meletakkan pakaian bekas dalam wadah tertutup

  • Menanam tanaman pengusir nyamuk

  • Gotong royong membersihkan lingkungan

  • Memeriksa tempat-tempat penampungan air

  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tersumbat

  • Memberikan larvasida pada tempat penampungan air yang susah dikuras


  1. Pengobatan

  1. Mengkonsumsi banyak cairan untuk mencegah dehidrasi, baik melalui cairan oral maupun melalui cairan intravena jika diperlukan. 

  2. Pasien juga disarankan untuk beristirahat total dan melakukan kompres pada tubuh untuk membantu mengatasi demam. 

  3. Memberikan obat simptomatik seperti penurun panas (misalnya parasetamol) dan obat antimual untuk meredakan gejala. 

  4. Segera bawa ke puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


  1. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit DBD di Puskesmas Gajahan antara lain

  1. Pemantauan jentik berkala oleh petugas puskesmas dan kader

         Gambar 1.  Pemantauan jentik oleh kader


    Gambar 2. Pemantauan jentik oleh petugas puskesmas

  1. Penyelidikan Epidemiologi kasus DBD

  1. Pemberantasan sarang nyamuk (Fogging

  1. Larvasidasi selektif massal oleh kader

  1. Penyuluhan kesehatan tentang DBD 

  1. Pemasangan poster DBD di setiap RW

  1. Sosialisasi G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik dan penyakit DBD kepada kader

Berita Lainnya