Berita

Campak Pada Anak

Penyakit campak dikenal juga sebagai Morbili atau Measles, merupakan penyakit yang sangat menular (infeksius) yang disebabkan oleh virus RNA dari genus Morbilivirus yang mudah mati oleh panas atau cahaya. 90 % anak yang tidak kebal akan terserang campak. Penularan penyakit campak dari orang ke orang melalui percikan ludah dan transmisi melalui udara terutama melalui batuk, bersin, atau sekresi hidung.

Masa penularan 4 hari sebelum rash sampai 4 hari setelah muncul rash, puncak penularan pada saat gejala awal (fase prodromal) yaitu 1-3 hari pertama sakit. Gejala dan tanda-tanda dari penyakit campak yaitu demam ≥ 38ºC selama 3 hari atau lebih disertai salah satu atau lebih gejala (batuk, pilek, mata merah, atau mata berair), bercak kemerahan berbentuk makulo papular selama 3 hari atau lebih yang dimulai dari belakang telinga dan menjalar keseluruh tubuh, ditemukan bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.

Sebagian besar penderita campak akan sembuh, komplikasi campak yang berat atau fatal sering terjadi pada penderita mal nutrisi, defisiensi vitamin A, dan pasien HIV. Kematian penderita campak umumnya disebabkan oleh komplikasinya yaitu bronchopneumonia, diare berat, dan gizi buruk, serta penanganan yang terlambat.

Pencegahan campak dapat dilakukan dengan imunisasi campak dengan vaksin campak atau vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella). Indonesia memasukan imunasi campak kedalam imunisasi dasar pada anak usia 0-11 bulan. Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan dan dapat diberikan imunisasi lanjutan pada usia 2 tahun. Pencegahan lain yang dapat dilakukan yaitu rajin melakukan cuci tangan pakai sabun dan melakukan isolasi bagi penderita yang terinfeksi agar tidak menularkan anggota keluarga lain di rumah

Berita Lainnya