Admin
20-02-2026
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah peradangan pada paru-paru yang berlangsung dalam jangka panjang. PPOK umumnya ditandai dengan kesulitan bernapas, batuk berdahak, dan mengi (bengek). PPOK merupakan penyakit yang sering terjadi pada perokok aktif dan pasif.
Dua kondisi yang paling sering berkembang menjadi PPOK adalah bronkitis kronis dan emfisema. Pada bronkitis kronis, kerusakan terjadi pada saluran pernapasan (bronkus). Sedangkan pada emfisema, kerusakan terjadi pada kantung paru-paru (alveolus).
PPOK atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) lebih sering menyerang orang usia paruh baya yang merokok. Seiring waktu, penyakit ini akan memburuk dan berisiko menyebabkan penderitanya terkena penyakit jantung dan kanker paru-paru.
Penyebab Penyakit Paru Obstruktif Kronis
• Penyakit paru obstruktif kronis terjadi ketika saluran pernapasan dan paru-paru rusak serta mengalami peradangan. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ini antara lain:
• Memiliki kebiasaan merokok atau sering terpapar asap rokok (perokok pasif)
• Terpapar polusi udara, misalnya dari debu jalanan, asap dari kendaraan, atau asap pabrik dan industri, bahkan sebagai salah satu efek dari global warming
• Menderita penyakit asma, tuberkulosis, infeksi HIV, dan kelainan genetik yang menyebabkan kekurangan protein alpha-1-antitrypsin (AAt)
• Memiliki keluarga dengan riwayat PPOK
• Berusia 40 tahun ke atas
Kapan harus ke dokter
Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila mengalami gejala di atas, terutama jika disertai dengan keluhan berikut:
Pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronis
• PPOK terkait erat dengan merokok. Karena itu, pencegahan yang paling efektif adalah dengan menghindari merokok atau segera menghentikan kebiasaan merokok. Dengan berhenti merokok, risiko terkena kanker paru dan penyakit jantung pun dapat ditekan.
• Anda juga bisa mengurangi risiko terkena PPOK dengan mengenakan APD agar tidak terpapar debu, asap, dan bahan kimia di tempat kerja.