Berita

Seputar HIV/AIDS

 Apa itu HIV dan AIDS?


    Human Immunodeficiency Virus atau biasa disingkat dengan HIV adalah salah satu jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit serius bagi penderitanya. Lantaran, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dimana HIV menyerang salah satu sel di dalam sel darah putih, yaitu sel T atau CD4 yang memiliki peran penting untuk menjaga imun tubuh dan memerangi infeksi yang masuk ke dalam tubuh.

   

      Apabila tidak ditangani sesegera mungkin, infeksi HIV ini dapat berkembang hingga mencapai stadium akhir. Stadium akhir dari HIV adalah AIDS. AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh sudah tidak mampu lagi melawan infeksi yang masuk. Dengan kata lain, perbedaan HIV dan AIDS ini yaitu terletak pada konteksnya. HIV adalah virus yang menyebabkan melemahnya sistem imunitas tubuh. Sedangkan, AIDS adalah kondisi gangguan kesehatan yang diakibatkan dari melemahnya sistem imunitas tubuh tersebut.

     

     Maka dari itu, penderita HIV/AIDS ini rentan untuk terkena penyakit tertentu, seperti TB atau tuberkulosis, infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, beberapa jenis kanker, dan lain sebagainya.


Penyebab HIV dan AIDS

      Penyebaran dan penularan HIV paling banyak disebabkan melalui hubungan intim yang tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik yang tidak steril saat memakai narkoba. Seseorang yang terinfeksi HIV dapat menularkannya kepada orang lain, bahkan sejak beberapa minggu sejak tertular. Semua orang berisiko terinfeksi HIV. 

      Penyebaran HIV hanya dapat terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. HIV tidak dapat ditularkan melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, ataupun sentuhan fisik.

Faktor Risiko HIV dan AIDS

Kelompok orang yang lebih berisiko terinfeksi, antara lain:

     ● Orang yang melakukan hubungan intim tanpa kondom, baik hubungan sesama jenis maupun heteroseksual.

     ● Mereka yang sering membuat tato atau melakukan tindik.

     ● Orang yang terkena infeksi penyakit seksual lain.

     ● Pengguna narkotika suntik.

     ● Orang yang berhubungan intim dengan pengguna narkotika suntik. 

Pengobatan HIV dan AIDS


       Penyakit HIV adalah kondisi yang belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya. Akan tetapi, dokter akan memberikan antiretroviral (ARV) sebagai langkah pengobatan HIV dan AIDS. Melalui pengobatan ARV ini Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat menjalani hidup layaknya orang-orang sehat. Selama rutin mengonsumsi ARV, virus ini dapat ditekan sehingga tidak dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan lainnya. Dengan pengobatan rutin ini pun, wanita dengan HIV dapat merencanakan kehamilan dan melahirkan tanpa menularkannya ke calon bayi. Tentunya hal ini juga perlu didampingi dengan pemeriksaan rutin dari dokter.

Berita Lainnya